TERNYATA NABI SAW MENYURUH KITA, MATI DIINGAT (DISKUSI SANTAI DALAM MISI PERJUANGAN NW)
Bismillahiwabihamdihi
Bahagia rasanya duduk santai mengiring guru kami Al Mukarrom TGH Lalu Anas Hasyri, QH., As-Saulaty dalam rangka melaksanakan perintah Ketua Umum PBNW, Syaikhuna Raden Tuan Guru Bajang KH. L. G. M. Zainuddin Atsani, Lc., MPdI. dan Ketua PWNW NTB, TGH. L. G. M. Khairul Fatihin, QH., MM..
Judul diskusinya SEREM, tapi dibuat RENYAH. Yaitu SAKIT MAGH. Masing-masing AlMukarromun berkisah dengan pengalaman masing-masing diantaranya hadir bersama: Unsur PWNW NTB, TGH. M. Fikri Mukhlis, QH., MA., TGH. Kasyful Anwar As Saulaty, TGH. Iskandar, QH., MPdI., ada juga dari spesialis "Repeater", Al Mukarrom TGH. L. Aad Syarqawi, QH., MA., ikut juga Sekretaris Cabang NW Kecamatan Wanasaba, Afharrozi, QH., As Saulaty. dan Seniman NW, TGH. Hasan Ali Alwi, As Saulaty.
Setelah kisah penyakit meraja lela, Al-Mukarrom TGH. Lalu Anas Hasyri, QH., As Saulaty menutup dengan sebuah hadits Baginda Nabi Muhammad SAW:
اكثروا من ذكر هاذم اللذات
"Perbanyaklah mengingat pemusnah nikmat (mati)".
Artinya baginda Nabi memmerintahkan ummatnya untuk banyak mengingat mati, jadi salah satu hikmah adanya penyakit adalah untuk mengingat mati, ketika mengingat mati tentu ia akan lebih waspada menghindari dosa & memperbanyak pahala.
Adapun diantara obat sakit Magh yang telah Beliau buktikan sendiri adalah istiqomah minum air putih yang tidak dingin setiap pagi. Kemudian menurut Al Mukarrom Spesialis "repeater" menambahkan, secara medis, obat yang paling mujarab adalah Sirup Sucralfat 3 kali sehari dengan waktu 30 menut sebelum makan atau 2 jam setelah makan.
Sekian, semoga bermanfaat.
Wallahul muwaffiqu walhadi ila sabilirrasyad
Comments
Post a Comment